Kembali Nge-Blog

Setelah 2.5 tahun hiatus dari dunia blogging (dan lebih aktif di twitter), saya mencoba untuk kembali aktif menulis blog, semoga kali ini bisa konsisten ya :)

Dimulai dari pembenahan fisik dulu, memakai domain baru wira.me yang ternyata tersedia, lalu mengganti themes. Walau domain nya baru, sebenarnya blog ini masih di-hosting oleh wordpress.com, saya akhirnya memutuskan untuk tetap memelihara blog saya ini di wordpress.com dengan alasan kemudahan maintenance dibanding mengelola sendiri di hosting luar, selain itu link lama (wira.wordpress.com) juga masih berlaku dan diarahkan ke domain baru ini.

Selanjutnya membenahi konten, satu demi satu tulisan lama saya baca, menyadarkan ada nya perkembangan pemikiran antara saya saat ini dengan saya empat-lima tahun yang lalu, mengingatkan saya sendiri untuk bisa memaklumi perbedaan cara pandang dengan para mahasiswa.

Banyak tulisan lama yang sudah tidak relevan saya hapus, misalnya tentang tulisan langkah-langkah penambahan media audio di profil Friendster, atau tulisan-tulisan yang yaah… mungkin agak terlalu lebay untuk standar saya sekarang hehe..

Saya juga menyempatkan mengunjungi banyak blog dari teman-teman blogger yang dulu nya aktif, dan ternyata hampir seluruhnya sudah lama tidak mengupdate blog nya. Mungkin sama seperti saya, mereka tidak menghapus blog lamanya karena di dalam hati masing-masing mereka tahu, bahwa mungkin dalam satu, dua atau tiga tahun atau bahkan lebih, mereka pasti akan kembali. Semoga memang seperti itu adanya.

Dua Tahun

Dua tahun adalah waktu yang relatif pendek, namun banyak sekali hal yang bisa terjadi dalam rentang waktu itu. Untuk saya, dua tahun belakangan ini ibarat kaset pita yang di “fast forward”, setelah bertahun-tahun menjalani hidup dengan tempo lambat, sekolah, kuliah.. begitu lulus tiba-tiba saja semua nya berubah, mungkin lebih tepat seperti roller coaster yang melambat ke atas lalu menuruni bukit dengan amat cepat.

Sekarang terasa roller coaster mulai melambat dan mulai berjalan lurus, saya berada di zona nyaman yang baru, dan berbeda dengan waktu-waktu dulu, kali ini saya bisa melihat jalan lurus panjang di depan, tanpa terhalang kabut harapan dan dugaan. Saya rasa saya akan menikmati dahulu saat-saat sekarang ini, sepenuhnya sadar bahwa comfort zone adalah musuh idealisme cita-cita.

Sementara itu, mungkin blog ini akan tetap begini, sepi dari posting, seperti komentar Nauval di posting terakhir blog ini dua tahun lalu, “Your absence in this virtual word is, hopefully, replaced by your greater existence in the real world.” I certainly hope so my friend.. I guess we all do.